Senin, 04 Juni 2012

Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan 1


Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan 1


1.      Struktur Produksi
Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa   pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema. Struktur produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan ekonomi struktur produksi suatu perekonomian cenderung mengalami perubahan dari dominasi sektor primer menuju dominasi sektor sekunder dan tersier. Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :
·         Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri
·         Perubahan teknologi yang terus-menerus, dan
·         Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang-barang industri.
Struktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri. Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder.

2.      Pendapatan Nasional

  • Pengertian Dari Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
  • Cara Perhitungan Pendapatan Nasional dengan Pendekatan Produksi (GDP)
GDP (Gross Domestic Product) atau Produksi Domestik Bruto adalah pendapatan nasional yang nilainya dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh kegiatan produksi yang dilakukan oleh semua pelaku/sektor ekonomi di wilayah Indonesia, dalam kurun waktu tertentu.
  • Cara Perhitungan Pendapatan Nasional dengan Pendekatan Pengeluaran (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
  • Cara Perhitungan Pendapatan Nasional dengan Pendekatan Pendapatan (NI)
NI (National Income) adalah pendapatan nasional yang nilainya didapat dengan cara menjumlahkan semua hasil atau pendapatan yang diperolehsemua pelaku atau sektor ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu tertentu.
Rumus :           NI = GNP – Depresiasi – Pajak tidak langsung
NI = GDP – Depresiasi – Pajak tidak langsung
  • Pendapatan Naional Yang Dapat Dibelanjakan (Y Disposible)
Yang dimaksud dengan pendapatan nasional (Y) disposible adalah pendapatan nasional yang telah siap untuk dibelanjakan. Nilai Y disposible ini berasal dari NI (National Income) setelah ditambah dengan pengeluaran pemerintah berupa transfer atau subsidi dan kemudian dikurangi dengan pajak langsung yang ditetapkan pemerintah. Jika ditulis dalam rumus, nilainya diperoleh dari :
Y disposible = NI + Tr –Tx langsung, dimana
            Tr = Goverment Transfer, subsidi pemerintah
            Tx= Pajak Langsung
  •  Pendapatan Nasional per Kapita
Pendapatan Nasional Per Kapita yaitu Pendapatan Nasional dibagi dengan (GNP atau GDP) dengan jumlah penduduk di suatu negara

Sabtu, 02 Juni 2012

goodbye rusly


goodbye rusly

setiap hari ku pandang dia di televisi berwarna di dalam kamarku
terlihat jelas semangat di dirinya tetap perjuangkan semua hak mereka
waktu berlalu ada sebuah berita, telah tiadanya sang pejuang berani
semua terdiam mulut ku pun membisu, resah yg kurasa, rasanya tak percaya

nyatanya telah tiada selamanya takkan pernah kembali
kau pergi tinggalkan yg di sini telah hilang Goodbye Rusli

ku pikir kembali semua pada dirinya hanya ceriakan itu ada padanya
tiada lagi yg bisa ku banggakan. Mereka menangis berharap dan berharap

nyatanya telah tiada selamanya takkan pernah kembali
kau pergi tinggalkan yg di sini telah hilang Goodbye Rusli

Selamat jalan sang pahlawan, perjuangan mu belum selesai
ku berjanji dan tepatiterus berlari tuk selesaikan

nyatanya telah tiada selamanya takkan pernah kembali
kau pergi tinggalkan yg di sini telah hilang.........
nyatanya telah tiada selamanya takkan pernah kembali
kau pergi tinggalkan yg di sini telah hilang Goodbye Rusli

Sabtu, 26 Mei 2012

Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2


Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2


Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia
perencanaan sering disamakan dengan sistem politik suatu negara seperti kapitalis, sosialis, dan campuran. Setiap bentuk campur tangan pemerintah dalam masalah ekonomi diartikan juga sebagai perencanaan. Oleh sebab itu perencanaan dapat dikatakan sebagai teknik atau cara untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya serta telah dirumuskan oleh Badan Perencanaan Pusat.

A.      Manfaat perencanaan menurut Bintoro Tjokroaminoto:

a)      Terdapat suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
b)      Dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi dan prospek pengembangan, serta hambatan dan resiko yang mungkin dihadapi.
c)      Memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara atau kesempatan untuk memilih kombinasi yang terbaik.
d)      Dilakukan penyusunan skala prioritas.
e)      Akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi.
f)        Pengunaan dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara efisien dan efektif.
g)      Perkembangan ekonomi semakin mantap atau pertumbuhan ekonomi yang menerus dapat ditingkatkan.
h)      Mencapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur.


B.     Perencanaan pembangunan ekonomi di Indonesia dibagi menjadi beberapa periode, yakni:

1. Periode sebelum Orde baru :
a)      Periode 1945 - 1950
b)      Periode 1951 - 1955
c)      Periode 1956 - 1960
d)      Periode 1961 - 1965

2. Periode setelah Orde baru :
a)      Periode 1966 s/d 1958, Periode Stabilisasi dan Rehabilitasi
b)      Periode Repelita I         : 1969/70 – 1973/74
c)      Periode Repelita II        : 1974/75 – 1978/79
d)      Periode Repelita III      : 1979/80 – 1983/84
e)      Periode Repelita IV      : 1984/85 – 1988/89
f)        Periode Repelita V       : 1989/90 – 1993/94

Jumat, 25 Mei 2012

Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia 1


Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia 1
           
            1.      Strategi pembangunan
pembangunan ekonomi merupakan pembangunan yang  a-spasial, yang berarti bahwa pembangunan ekonomi memandang wilayah nasional tersebut sebagai satu “entity”.
Strategi pembangunan ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas faktor – faktor (variabel) yang akan dijadikan faktor / variabel utama yang menjadi penentu jalannya proses pertumbuhan (Surono, 1993).
 macam –macam strategi pembangunan ekonomi yang meliputi :
·         Strategi Pertumbuhan
Di dalam pemikiran ini pertumbuhan ekonomi menjadi kriteria utama bagi pengukuran keberhasilan pembangunan. Selanjutnya dianggap bahwa dengan pertumbuhan ekonomi buah pembangunan akan dinikmati pula oleh si miskin melalui proses merambat ke bawah (trickle down effect) atau melalui tindakan koreksi pemerintah mendistribusikan hasil pembangunan. Bahkan tersirat pendapat bahwa ketimpangan atau ketidakmerataan adalah merupakan semacam prasyarat atau kondisi yang harus terjadi guna memungkinkan terciptanya pertumbuhan, yaitu melalui proses akumulasi modal oleh lapisan kaya. Strategi ini disebut strategi pertumbuhan.
·         Strategi Pembangunan dengan pemerataan
Keadaan sosial antara si kaya dan si miskin mendorong para ilmuwan untuk mencari alternatif. Alternatif baru yang muncul adalah strategi pembangunan pemerataan. Strategi ini dikemukakan oleh Ilma Aldeman dan Morris. Yang menonjol pada pertumbuhan pemerataan ini adalah ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik social engineering, seperti melalui penyusunan rencana induk, paket program terpadu. Dengan kata lain, pembangunan masih diselenggarakan atas dasar persepsi, instrumen yang ditentukan dari dan oleh mereka yang berada “diatas” (Ismid Hadad, 1980). Namun ternyata model pertumbuhan pemerataan ini juga belum mampu memecahkan masalah pokok yang dihadapi negara-negara sedang berkembang seperti pengangguran masal, kemiskinan struktural dan kepincangan sosial.
·         Strategi Ketergantungan
Teori ketergantungan muncul dari pertemuan ahli-ahli ekonomi Amerika Latin pada tahun 1965 di Mexico City. Menjelaskan dasar-dasar kemiskinan yang diderita oleh negara-negara sedang berkembang, khususnya negara-negra Amerika Latin. Yang menarik dari teori ketergantungan adalah munculnya istilah dualisme utara-selatan, desa-kota, corepriphery yang pada dirinya mencerminkan adanya pemikiran pembangunan yang berwawasan ruang.Pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Konsep ini timbul dikarenakan tidak sempurnanya strategi pertumbuhan dan strategi pembangunan dengan pemerataan.
·         Strategi yang berwawasan ruang
Pada argumentasi Myrdall dan Hirschman terdapat dua istilah yaitu “back-wash effects” dan “spread effects” .“Back-wash Effects” adalah kurang maju dan kurang mampunya daerah-daerah miskin untuk membangun dengan cepat disebutkan pula oleh terdapatnya beberapa keadaan yang disebut Myrdall. “spread effects” (pengaruh menyebar), tetapi pada umumnya spread-effects yang terjadi adalh jauh lebiih lemah dari back-wash effectsnya sehingga secara keseluruhan pembangunan daerah yang lebih kaya akan memperlambat jalnnya pembangunan di daerah miskin.Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
·         Strategi pendekatan kebutuhan pokok

Sasaran strategi ini adalah menaggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan dikeluarkannya dokumen: Employment, Growth, and Basic Needs : A One World Problem. ILO dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipengaruhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok dan sejenisnya.
        
            2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembangunan

Pada prinsipnya, pemilihan strategi apa yang akan digunakan dalam proses pembangunan sangat dipengaruhi oleh pertanyaan “Apa tujuan yang hendak dicapai ?”
   Jika tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang mandiri, maka strategi ketergantungan-lah yang mungkin akan dicapai. Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan pembangunan, maka strategi yang berwawasan ruang-lah yang akan dipergunakan.
Perkembangan Ekonomi suatu negara dapat dilihat dari perubahan-perubahan di dalam stabilitas atau keseimbangannyan kapasitas perekonomian dalam jangka waktu yang lama.
Ada beberapa karakteristik perkembangan ekonomi modern yang ditinjau dari interrelasi, yaitu:
  • Tingginya tingkat pengeluaran perkapita dengan meningkatnya produktifitas tenaga kerja yang cepat.
  • Tingginya tingkat penghasilan perkapita yang dapat mengubah tingginya tingkat konsumsi perkapita.
  • Teknologi yang maju guna merubah structural skala produk dan karakteristik unit usaha ekonomi yang dicapai.
         3.      Strategi pembangunan ekonomi Indonesia

Sebelum orde baru strategi pemnagunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada kenyataanya nampak adanya kecenderunga lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik, dan kurrang memperhatikan pembangunan ekonomi.
Sedangkan pada awal orde baru, strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tinggi.
Strategi-strategi tersebut kemudian dipertegas dengan ditetapkannya sasaran-sasaran dan titik berat setiap Repelita, yakni:
1.      Repelita I
Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian meletakkan landasa yang kuat bagi tahap selanjudnya.
2.      Repelita II
Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjudnya.
3.      Repelita III
Meletakkan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang selanjudnya.
4.      Repelita IV
Meletakkan titik berat pada sektor pewrtanian untuk melanjudkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yag dapat menghasilkan mesin= mesin industri sendiri, baik industri ringan yang akan terus dikembangkan dalm repelita-repelita selanjudnya meletakkan landasan yanag kuat bagi tahap selanjutnya.

THIS IS MY WAY


THIS IS MY WAY

Sudah.., sudah ku katakan (sudah ku katakan)
Sudah.., sudah ku jelaskan (sudah ku jelaskan)

Dari dahulu aku memang suka jalan ini
Tak perlu kau tanyakan lagi mau kemana
Segala problema, juga resikonya kan kuhadapi
Jangan rayu lagi untuk mencoba jalan yang lain

This is my way.. (This is my way)
I love my way.. (I love my way)
This is my way.. (This is my way)
I love my way.. (I love my way)

Dari dahulu aku memang suka jalan ini
Tak perlu kau tanyakan lagi mau kemana
Segala problema, juga resikonya kan kuhadapi
Jangan rayu lagi untuk mencoba jalan yang lain

This is my way.. (This is my way)
I love my way.. (I love my way)
This is my way.. (This is my way)
I love my way.. (I love my way)

Sudah.. (This is my way)
Sudah ku katakan (sudah ku katakan)
Sudah.. (This is my way)
Sudah.. (sudah ku jelaskan)
Sudah ku jelaskan (sudah ku jelaskan)
This is my way.. (this is my way)
I love my way (I love my way)
This is my way.. (this is my way)
I love my way (I love my way)